SAHABAT FERRY ARBANIA

Puisi Kiriman Di Program Sastra Udara Nada FM Sumenep


PEREMPUAN YANG PERGI
: Kepada istriku, Ka

Perempuan yang pergi
Jauh dan tak lagi kembali
Memintaku bertanya sendiri
Dari salah yang paling apakah
Ia jauh sembunyi?

Perempuan yang pergi
Jauh membawa bara api
Memaksaku untuk koreksi diri
Dari karma yang paling apakah
Ia cepat berlari?

Dari sisa bayang-bayang
Yang melintang di arus petang
Kupungut sesobek masa lalu
: jalan-jalan licin menuju matanya
Juga ke hatinya yang tetap saja
Menangis, ternyata sangat terjal
Seperti tak pernah aku kenal
Tak pernah satu dalam kesal
Tak pernah berpadu dalam kekal
Tak pernah bercumbu diatas bantal
Pada malam-malam yang kekal
Dan halal

Mungkin…
Ada baiknya sebelum aku berlari
Mengejar ia yang telah jauh pergi
Sejenak aku duduk dalam diri
Dalam hati dan bertanya lagi
: akukah laki-laki yang mentalaq
-nya tiga kali petang tadi?

Gapura, 26 Mei 2011

Nur Khalis, Gapura Tengah Sumenep
Share on Google Plus

About FERRY ARBANIA

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

0 komentar:

Post a Comment

Ferry Arbania , Sahabat Indonesia