Saturday, October 12, 2019

Lowongan Wartawan

|Ferry Arbania|

Monday, October 07, 2019

Win 2019 Sampai Wamena

|Ferry Arbania|
Win,
 2011 kala itu
Langit jakarta seakan memerah rasa
Penuh cinta dialam semesta

Win,
tuhan telah membawa kita ke perkampungan waktu 2019
Hari-hari yang penuh dusta dan sakwa sangka,
Kejujuran yang kini diperolokkan
Dan penguasa yang kian tak dipercaya umatnya.

Win,
Apakah engkau melihat sajak ini,
Tumpah ruah saat lagu kebangsaan mulai langka?
Titik koma pengabdian cinta pada jiwa
Jedah musim yang menenggelamkan ramalan cuaca,
Engkaukah itu yang menyeruak dalam waktu,menyelinap diantara kelopak mata dan titian rindu.

Win,
Masih ingatkah engkau tentang lelaki itu,
Pria hebat yang meniduri sekretarisnya dikamar mandi?
Sementra engkau mengusap dada
 sambil menjinakkan air mata,
membakar amarah yang terhempas
di dikain bantal,lalu kau datang padaku dengan selembar lukisan digital, memenuhi hasrat dari kejauhan.

Win,
sebelum 2011
hingga 2019 yang menua,
Doa itu masih terawat sepi
di semenanjug Purwakarta - Madura,
 dan kini, abjad-abjadnya ditumbuhi lumut sejadah dan pecahan gempa.

Win,
Mari kita bukakan pintu surga,
untuk saudara-saudara kita
Yang mendadak syahid di rantau Wamena.

Indonesia, Oktober 2019

Buya Jel Fathullah Tegas Soal Kemanusiaan di Wamena

Friday, March 31, 2017

Harga Iklan Humas DPRD Sumenep Disoroti Awak media

Kisruh pembagian iklan dan advertorial antara media online dan cetak di DPRD Sumenep dipastikan akan semakin memanas, setelah adanya protes dari kalangan awak media dan sejumlah penggiat LSM anti korupsi di Sumenep, Madura, Jawa Timur.

Terbaru, pernyataan dari bagian Humas DPRD Sumenep saat dikonfirmasi Redaksi kebagian staf mengatakan harga advertorial untuk media online maksimal hanya Rp 750 ribu dengan kewajiban menulis dua iklan dalam bentuk berita atau advertorial (ADV).  Lengkap informasinya silahkan kunjungi website kami di MaduraExpose.com

Sunday, December 11, 2016

Foto-Foto Ini

http://www.maduraexpose.com/kmpps-ancam-demo-kepala-disdik-sumenep-terkai-se-inbox-sctv/
Saya males banyak komen, hari ini pikiranku kacau balau........

|Ferry Arbania|

Monday, December 05, 2016

Kisah Achmad Fauzi Tak Diminati Wartawan Bagian I

Oleh: Ferry Arbania (Pimred Maduraexpose.com)
Siang itu, terik matahari di sepanjang Jalan Trnujoyo Kota Sumenep sangat menyengat. Orang-orang tengah sibuk membicarakan sejumlah nama-nama yang hendak di promosikan sebagai calon Bupati dan Wakil Bupati Sumenep. Maklum saat itu, menjelang Pilkada Sumenep 9 Desember 2015.

Sejumlah nama-nama mulai dimunculkan , mulai dari Said Abdullah (Anggota DPR RI), Dewi Khalifah, Busyro Karim, Wafiqah Jamilah hingga tokoh kepulauan seperti Azasi Hasan, MH.Sahnan.
Bahkan, lembaga survey Proximity saat itu menempatkan Anggota DPR RI dari Daerah Pemilihan (dapil) Jawa Timut XI.

 Said Abdullah disebut-sebut memiliki elektabilitas paling tinggi mengungguli calon petahana, Busyro Karim. Anehnya, saat itu tidak ada satupun media, yang menuliskan sosok Achmad Fauzi, yang saat ini menjadi Wakil Bupati Sumenep, mendampingi petahana.
loading...
 
Hasil survey yang dilakukan Proximity saat itu memang cukup mengejutkan, meski endingnya dapat dipahami dengan mudah oleh para elit politik di Sumenep. Namun yang jelas, survey yang dilakukan selama periode minggu ke-4 pada November hingga minggu pertama di bulan Desember 2014, dengan metode pengambil sampel sebanyak 1000 responden, dengan margin error 3,1 persen dan confident interval 95 persen dari 27 kecamatan di Kabupaten Sumenep yang diambil.

Lagi-lagi menempatkan elektabilitas mereka terukur. Hasil survey calon bupati Sumenep tertinggi saat itu adalah MH Said Abdullah (anggota DPR RI dari PDI Perjuangan) 22,5 persen, Zainal Abidin (mantan Kepala Bappeda Provinsi Jawa Timur) 15,8 persen, Busyro Karim (incumbent bupati) 11,8 persen, HM Sahnan 8,7 persen, Dewi Khalifah 7 persen, Ilyasi Siradj 5,8 persen, Sungkono (incumbent wakil bupati) 5,2 persen, Unais Ali Hisyam 2,3 persen, Azasi Hasan 1,7 persen dan belum menentukan pilihan 19,2 persen.
Saat itu, Redaksi Maduraexpose.com tengah fokus melakukan pengamatan sebuah baliho besar yang berdiri kokoh di sepanjang Jalan Trunojoyo Kota Sumenep, beberapa meter dari pintu masuk pasar Anom Baru sisi barat. “Jepret”, kameramu berhasil mengabadikan gambar Achmad Fauzi dengan tulisan kecil dibawahnya, “LASKAR MUDA”.

Aneh bin ajaib memang, karena saat itu, tak ada satupun media yang berminat meliput baliho tersebut, apalagi mewancarai yang bersangkutan. Jujur saja, hanya MaduraExpose.com yang paling getol mempublikasikan, sosok Achmad Fauzi sebagai sosok Pemuda yang layak untuk diusung dan didukung memimpin Sumenep. Saat itu, belum ada kesepakatan dari partai pendukung, baik PKB maupun PDI Perjuangan, apakah tetap mengusung petahana Busyro Karim bergan dengan Achmad Fauzi.

Achmad Fauzi, Tokoh Muda Sumenep (uji/MaduraExpose.com)
Achmad Fauzi, Tokoh Muda Sumenep (uji/MaduraExpose.com)

Entah, apa sebenarnya yang melatar belakangi, hingga media ini (saat itu) dengan sukarela, penuh kesabaran, tetap menulis sosok Achmad Fauzi dalam liputan khusus maupun kemasan lain dalam tema politik Pilkada. Padahal, penulis saat itu tidak kenal sama sang tokoh Laskar Muda. “Hanya satu yang saya yakini, Pemuda ini (Achmad Fauzi) layak memimpin Sumenep,” [Bersambung…..]

Monday, March 28, 2016

Banyak Setan Nyaru jadi Wartawan

Ilustrasi duit, mau nggak,heeeee.....(Istimewa)
Meski tak semua orang bilang wartawan itu identik dengan orang "tukan cari salah" orang lain, jujur saya sering mendengar selentingan sebagian orang, kalau kerja wartawan tak lebih dari sekedar mencari, memburu dan meng-Expose kesalahan orang lain. Entah apa maksudnya ada yang menilai seperti itu. Mungkin nggak ya, karena banyaknya oknum wartawan