SAHABAT FERRY ARBANIA

Menanti Sri Mulyani Pulang Kampung




Menanti Sri Mulyani Pulang Kampung

Rani Hardjanti
Kamis, 4 Agustus 2011 - 15:37 wib
KETIKA mantan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati meninggalkan Indonesia, banyak orang yang berdesas-desus. Apakah ini sebuah setting-an politik?

Mari kita flashback. Sri Mulayani didapuk Presiden Bank Dunia Robert Zoellick sebagai Managing Director pada Mei 2010. Saat itu situasi ekonomi Indonesia dalam kondisi yang sangat baik. Gross Domestik Product (GDP) Indonesia mampu tumbuh subur di tengah goncangan ekonomi dunia. Sri Mulyani berduet dengan Boediono, yang kala itu menjabat sebagai Menko Perekonomian, mampu melambungkan perekonomian Indonesia tumbuh di atas 6 persen.

Ibu Ani, panggilan akrabnya, mampu membuat berbagai terobosan, khususnya di bidang reformasi birokrasi di tubuh Kementerian Keuangan yang identik dengan lahan basah. Dia merapihkan pembukuan keuangan dan mengetatkan APBN yang rawan bocor. Ibu dari tiga anak ini bahkan, berani memecat ratusan pegawainya yang berani bermain mata dengan sejumlah kepentingan.

Ketegasan Sri Mulyani terkadang berbuah pahit. Salah satunya dengan mantan Menko Kesra sekaligus pengusaha kaya Aburizal Bakrie. Kabar burung yang merebak hubungan keduanya memanas, akibat suspensi Bursa Efek Indonesia (BEI) yang disinyalir untuk kepentingan perdagangan Seven Brothers di lantai bursa pada Oktober 2008.

Kemudian, Sri Mulyani kembali tersangkut kasus Bank Century, yang kini berubah nama menjadi Bank Mutiara. Di tengah kusutnya kasus Century yang menjadi isu terhangat di Indonesia, Sri Mulyani bertolak ke Washington DC, Amerika, pada Mei 2010. Berbagai kalangan dibuat kaget dengan keputusannya. Namun, keputusan itu mendapat restu dari Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

Sejumlah seremoni perpisahan pun dihelat. Singkat cerita, Sri Mulyani bertolak ke Negeri Paman Sam dengan nama yang harum.

Kala itu desas-desus SMI sengaja dipersiapkan untuk maju menjadi calon presiden pada bursa Pemilu 2014 sudah berkembang. Hitung-hitungannya sangat simpel. Ada hipotesa bahwa, orang yang bisa menjadi presiden adalah mereka yang dekat dengan Amerika.

Kini,  Sri Mulyani digadang-gadang Partai Serikat Rakyat Indepen (SRI) masuk bursa presiden. Diusungnya Sri Mulyani, bisa jadi menjadi pelepas dahaga rakyat Indonesia di tengah kejengahan keberlangsungan negara yang kotor dan sarat manipulasi, mengingat sepak terjang Sri Mulyani yang dikenal bersih, lugas, dan tegas.

Dalam sebuah tulisannya yang dipublikasikan situs World Bank, Sri Mulyani berpendapat, "Para pemimpin baru sangat disarankan untuk memastikan bahwa perekonomian berjalan baik. Sangatlah penting untuk merestorasi aktivitas perekonomian dan menciptakan lingkungan yang membantu para wirausaha, khususnya usaha kecil dan menengah yang potensif membuka lapangan kerja."

Pendapat lainnya antara lain, "Transparansi dan akuntabilitas adalah ide yang kuat dengan dukungan universal. Ini berarti, para pemimpin baru tidak boleh putus asa ketika pertempuran melawan korupsi ini menjadi sulit."

Walau Partai SMI sudah resmi mendaftarkan diri ke Kemenkum HAM, namun hingga kini berbagai kalangan masih bertanya-tanya, apakah benar Sri Mulyani serius maju menjadi RI 1? Saat ini semua pihak menanti pernyataan resmi Sri Mulyani.

Akhir bulan ini Lebaran akan tiba. Kalau Sri Mulyani pulang kampung, akankah dia bersuara secara lantang? Atau semua ini bagian dari seting-an untuk memecah konsentrasi politik belaka?

Sumberhttp://suar.okezone.com/read/2011/08/04/59/488166/menanti-sri-mulyani-pulang-kampung
Share on Google Plus

About FERRY ARBANIA

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

0 komentar:

Post a Comment

Ferry Arbania , Sahabat Indonesia