SAHABAT FERRY ARBANIA

Sajak Istana Mas Tris untuk Hatta Rajasa

|Ferry Arbania|
Cahaya matahari memang masih bersinar. Tapi, semua ngumpet dan sembunyi di balik dinding dan rumah-rumah. Semua merasa lebih nyaman menggunakan payung dan berlindung  di dalam istana Agar terhindar dari cahaya matahari. Aneh-aneh.
Aku merasa kedinginan di tengah pijar matahari. Aku menggigil nggak bisa mengerti. Bagaimana ini… Apa yang tengah terjadi.


soetrisno bachir-300x197ITULAH penggalan puisi Soetrisno Bachir menjelang berakhirnya karier politiknya sebagai ketua umum PAN dalam Kongres III di Batam yang baru saja usai. Tergambar adanya kegundahan atas nasib PAN di masa depan. Kini, saudagar batik asal Pekalongan itu, digantikan Hatta Rajasa.
Dalam kongres PAN, kemarin, cukup banyak kejadian menarik. Mulai soal munculnya Dradjad H Wibowo sebagai calon Ketum, sampai campur tangan Amien Rais dalam penentuan posisi PAN-1. Yang berakhir dengan mundurnya Dradjad. Kisah politisi asal Ciomas, Bogor itu, sama seperti Hatta di Kongres 2005 lalu.
Masih segar dalam ingatan, Kongres II PAN yang digelar di Semarang, 2005 lalu, akhirnya dimenangkan Mas Tris—sebutan akrab Soetrisno Bachir. Dirinya mampu mengalahkan Fuad Bawazier dengan perolehan dukungan 745 suara. Sementara Hatta Rajasa tak jadi melanjutkan niatnya.
Ikhwal kemenangan Mas Tris, juga tak bisa lepas dari perjuangan keras Amien Rais. Sebelum kongres digelar, mantan Ketua MPR itu, gencar melakukan pendekatan ke seluruh kader PAN. Tak cukup hanya itu, Amien juga tak segan ‘’main tangan’’. Sehingga kandidat ketum PAN, kehilangan nyali politiknya. Dan di Kongres II PAN, Hatta Rajasa yang jadi korbannya. Dirinya memilih mundur dari bursa pencalonan.
Soal mundurnya Dradjad H Wibowo, cukup banyak meninggalkan kekecewaan. Padahal, SB sudah memerintahkan kader-kader loyalnya untuk mendukung Dradjad. Menurut sumber Indonesia Monitor, sedikitnya terdapat 380 DPW siap mendukung Dradjad. Termasuk beberapa petinggi DPP seperti Hakam Naja, Totok Daryanto, Teguh Juwarno, dan Hanafie Rais.
Langkah mundur itu, muncul setelah adanya pertemuan antara Dradjad, Hatta dan Amien Rais. Dalam pertemuan itu, masih menurut sumber yang juga elite PAN ini, Dradjad dijanjikan kursi wakil ketum. Langkah tersebut dipandang penting untuk menjaga soliditas partai. Demikian pula, susunan kepengurusan di bawah Hatta akan mengakomodir kubu Dradjad.
Tak hanya itu, dalam pertemuan, Amien banyak mencekoki Dradjad tentang perlunya jam terbang dalam berpolitik. Mengingat Dradjad tergolong kader PAN yang masih ‘’hijau’’ dibanding Hatta. Sehingga mau tidak mau, Dradjad harus setuju.
Menurut mantan Wasekjen PAN, Teguh Juwarno, mundurnya Dradjad memang cukup  mengagetkan. Setelah Dradjad bertemu dengan Amien Rais dan Hatta Rajasa, muncullah keputusan tersebut. Alhasil, pendukung Dradjad sangat terpukul dengan keputusan tersebut.
Sejak awal, Teguh mengaku sudah mendapat firasat negatif dengan adanya pertemuan tersebut. Semula dirinya merasa tetap yakin bahwa Dradjad akan maju terus. Apalagi dukungan kepada mantan anggota DPR itu, terus mengalir.
‘’Padahal, kami mendukung Mas Dradjad, tidak main-main. Siap berjuang sampai titik darah penghabisan,’’ ujarnya kepada Monitor Indonesia.
Sementara itu, anggota DPR asal PAN, Rizki Sadeq menjelaskan bahwa seluruh kader PAN solid dan harus menjunjung tinggi keputusan Kongres PAN. Dia berharap tidak ada pihak yang merasa kecewa, sedih secara berlebihan. ‘’Semuanya kan sudah usai. Tinggal bagaimana kita semua bersatu untuk mmbsarkan partai ini,’’ jelas kepada Indonesia Monitor.
Sebagai politisi senior di PAN, lanjut Rizki, Hatta Rajasa sangatlah berpotensi. Adapun posisinya sebagai Menko Perekonomian, tidak lantas merubah style PAN sebagai parpol reformis yang dikenal kritis. ‘’Kan malah enak, bisa dekat presiden. Sehingga bisa memperjuangkan kepentingan rakyat, sesuai dengan visi dan misi PAN,’’ ucapnya.
Dia juga membantah bahwa campur tangan Amien Rais dalam Kongres III PAN di Batam, terlalu dalam. ‘’Pak Amien itu kan orang tuanya PAN. Masak ada orang tua mau ngerusak anaknya sendiri. Kan nggak mungkin,’’ tegasnya.

Iwan Purwantono, Rega Indra Adhiprana
Share on Google Plus

About FERRY ARBANIA

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

0 komentar:

Post a Comment

Ferry Arbania , Sahabat Indonesia