SAHABAT FERRY ARBANIA

Gerindra: Bubarkan Dulu Partai Demokrat Sebelum KPK

Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) bersama Marzuki Alie. TEMPO/Tony Hartawan
|Ferry Arbania|
TEMPO Interaktif, Jakarta - Kontroversi pernyataan Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Marzuki Alie yang mewacanakan pembubaran Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), mendapat respon keras Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra). Pengurus partai berlambang kepala burung garuda itu menilai Marzuki bicara tanpa landasan yuridis yang jelas. "Merombak KPK itu perlu, tapi membubarkan itu ide ngawur," kata Habiburokhman, Ketua Bidang Advokasi Dewan Pimpinan Pusat Gerindra, Sabtu, 30 Juli 2011.

Dalam siaran persnya, Habib menyayangkan pernyataan politikus Partai Demokrat itu. Pernyataan Marzuki dinilai tidak layak disampaikan dalam posisi politik yang sangat penting untuk memperjuangkan pemberantasan kasus korupsi. Namun, Gerindra juga mendesak agar kabar pelanggaran kode etik yang dilakukan para petinggi KPK ditindaklanjuti.

Sebagai produk reformasi hukum, KPK harus terus didukung penuh. Menurut Habib, sangat lucu jika Marzuki beralasan KPK perlu dibubarkan karena dugaan pelanggaran etika, yakni pertemuan pimpinan komisi dengan Nazaruddin, bekas Bendahara Umum Partai Demokrat.

Jika alasan itu dijadikan dasar ide pembubaran KPK, maka seharusnya Marzuki mengusulkan dulu pembubaran Partai Demokrat. Karena pertemuan itu terjadi ketika Nazaruddin masih menjabat Bendahara Umum Partai Demokrat. "Tapi KPK perlu direformasi agar tidak melulu menjadi sasaran serangan pihak yang tidak suka korupsi diberantas," kata Habib.

MUHAMMAD TAUFIK
Share on Google Plus

About FERRY ARBANIA

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

0 komentar:

Post a Comment

Ferry Arbania , Sahabat Indonesia