SAHABAT FERRY ARBANIA

Bob Dylan Pernah Mencandu Heroin

Bob Dylan (AP Photo/Matt Sayles)
|Ferry Arbania|VIVAnews - Bob Dylan baru merayakan ulang tahun ke-70 pada 24 Mei. Selama lebih lima dekade ia menjadi seorang figur agung dalam jagat musik. Menjadi masyhur berkat lagu-lagu seperti "Like a Rolling Stone" dan "Blowin' in the Wind," penyanyi-penyair yang terlahir dengan nama Robert Allen Zimmerman itu masih tetap aktif menyanyi hingga kini.  



Karirnya yang panjang itu tentu menyimpan banyak kisah, baik yang mengharukan, keriangan, atau bahkan keterkejutan. Dia misalnya, membuat publik tercengang dengan cerita masa lalu yang kelam.
Pada 1966, kritikus musik Robert Shelton mewawancarai Dylan di pesawat pribadi. Rekaman wawancara itu baru saja diperdengarkan kembali, dan di sana Dylan mengaku pernah jadi pecandu berat heroin. "Saya mulai pakai heroin waktu di New York. Saya benar-benar dalam ketergantungan. Saya bisa menghabiskan US$25 dalam sehari untuk itu," demikian bunyi rekaman itu seperti dikutip dari laman The Independent kemarin.

Dylan sudah ramai dibicarakan orang pada saat wawancara itu berlangsung. Penyebabnya, ia dianggap beralih dari akar musik yang menjulangkan namanya: folk. Bahkan, kala itu, ia terlibat dalam pentas keliling Eropa yang didukung oleh musisi rock. Waktu tengah mengadakan konser di Manchester, tak heran seorang penonton menyebutnya "Judas" karena telah 'mengkhianati" musik folk akustik.

Wawancara itu juga mengais fakta bahwa Dylan memiliki kecenderungan bunuh diri. Katanya kepada Shelton, "Kematian, bagiku, tak bermakna apa-apa. Mudah saja bagi saya [untuk mengakhiri hidup]." Itu belum cukup. Ia memberikan penekanan tambahan pada pernyataan itu. "Saya bukan sejenis kucing yang bisa mencabik-cabik telinga jika tak bisa berbuat apa-apa. Saya kucing yang bisa memutuskan bunuh diri. Saya bisa meledakkan kepala ini atau melompat ke luar lewat jendela."

Dengan karya-karya monumental, dan ada di antaranya yang pernah masuk dalam bunga rampai sastra Norton Anthology, Dylan tak terlalu menganggap serius karya-karyanya: "Saya tahu tak ada [satu pun dari karya-karya itu] yang akan membuatku ke surga. Tak ada yang mampu bikin saya girang. Kita takkan bisa bahagia jika melakukan sesuatu yang rutin."
• VIVAnews edisi 
RABU, 25 MEI 2011, 12:18 WIB
Share on Google Plus

About FERRY ARBANIA

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

0 komentar:

Post a Comment

Ferry Arbania , Sahabat Indonesia