SAHABAT FERRY ARBANIA

Spekulasi & Solusi Konflik KPK Vs Polri


Jakarta - Spekulasi bermunculan menyusul sikap KPK menghadapi Polri dalam kasus korupsi Simulator SIM. Persoalan tambah runyam dengan disangkut-pautkannya spekulasi publik bahwa Presiden SBY lamban menangani persoalan dua institusi hukum tersebut.

Spekulasi merebak merebak bahwa ada upaya membenturkan KPK dengan Presiden SBY. "Tidak benar Ketua KPK pernah menyatakan melalui Twitter dan menyebut nama Presiden," kata Juru bicara KPK, Johan Budi . Johan menjelaskan, Ketua KPK Abharam Samad tidak punya akun Twitter sehingga tidak mungkin menggunakannya untuk berkomunikasi dengan publik.
Seperti diketahui, sejak KPK digeruduk sejumlah polisi pada Jumat malam pekan lalu, gerakan 'menyelamatkan' komisi antirasuah ini semakin gencar dilakukan, tak terkecuali di dunia maya.
Melalui akun Twitter, para pendukung KPK mengumpulkan kekuatannya melalui #saveKPK. Situs Hashtracking.com mencatat pembicaraan di hastag itu sudah diikuti oleh 1.462.116 orang dalam tempo 24 jam.
Dalam hastag itu, mereka yang mendukung KPK mempertanyakan, "Di mana Bapak Presiden SBY?". Mereka seolah mencari orang nomor satu di negeri ini yang dianggap dapat menengahi masalah antara KPK dan Polisi.
Dalam carut marut KPK vs Polri itu, adakah solusinya yang arif dan bijak? Guru Besar Fakultas Hukum Universitas Indonesia Hikmahanto Juwana mengajukan lima solusi yang bisa diambil guna mengatasi polemik dua lembaga penegak hukum ini.
Pertama, Presiden meminta kepada Kapolri menyerahkan kasus SIM Simulator ke KPK. Perdebatan yang bersumber pada peraturan perundang-undangan dan MoU harus dihentikan. "Dalam kasus SIM simulator yang menjadi pihak yang disangka adalah anggota Polri sehingga untuk menghindari benturan kepentingan (conflict of interest) harus dilakukan oleh KPK," kata Juwana. Di kemudian hari bila personel KPK atau Kejaksaan yang terlibat, maka tidak boleh institusi tersebut yang melakukan proses hukum.
Kedua, Polri tidak melakukan penarikan penyidiknya yang bertugas KPK, termasuk yang sudah melapor ke kepolisian dan telah diberi tugas baru. Mereka harus dikembalikan ke KPK untuk melanjutkan tugas yang belum selesai. Penarikan akan dilakukan setelah ada koordinasi dengan KPK bahwa tugas mereka telah selesai.
Ketiga, penyidik Polri yang hendak berkarir di KPK harus memenuhi prosedur yang berlaku di Polri. KPK harus menghormati etika yang berlaku antarinstansi. Untuk menjamin agar tidak ada gangguan dalam proses pindah instansi ini maka Kompolnas akan melakukan supervisi.
Keempat, jajaran Polri harus menghentikan akrobat hukum yang penuh dengan kejanggalan yang bisa dipersepsikan oleh publik sebagai pelemahan terhadap KPK dan menghentikan proses hukum terhadap personil Kepolisian. Teladan Kapolri Sutanto harus diikuti, di mana sejumlah perwira tinggi tidak dihalangi ketika harus menghadapi tuduhan tindak pidana korupsi.
Kelima, Kapolri diminta untuk melakukan investigasi atas inisiatif Polda Bengkulu yang hendak melakukan penangkapan atas Kompol Novel Baswedan. Investigasi ini harus mengikutsertakan anggota Kompolnas. Inti dari investigasi adalah apakah tindakan hukum tersebut memang benar-benar ada atau sekedar dirancang atau direkayasa?
Bila benar dan memiliki dasar yang kuat, proses hukum tetap dilakukan namun setelah Kompol Novel menjalankan tugas penting di KPK. Namun bila inisiatif Polda Bengkulu itu tidak benar, maka harus dilakukan proses sanksi internal terhadap anggota-anggota Polda Bengkulu yang terlibat.
Upaya apapun sudah selayaknya ditempuh untuk mengakhiri pertikaian antara KPK dan Polisi. Tentunya dengan penyelesaian yang bisa diterima oleh kedua belah pihak. Mengingat dua lembaga ini sangat dibutuhkan perannya dalam penegakan hukum di Indonesia.
Sehingga carut-marut KPK versus Polri bisa diakhiri, tanpa harus menyeret Presiden/Istana lebih jauh ke dalam pusaran konflik yang ruwet dan merugikan negara itu. [berbagai sumber]
Search google:INILAH.COM
Share on Google Plus

About FERRY ARBANIA

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.